Tangisan Ibu

Di ceritakan padaku, suatu negeri. Alam yang indah, Pantai terbentang indah deburan  ombak memanggil untuk kembali, Namun kali ini dia tidak bisa lagi. sebuah negeri dengan penduduk yang telah tinggal turun temurun memiliki adat yang kuat kalian bilang itu adalah  negeri tak bertuan .lalu apakah mereka bukan tuan bagi rumahnya? Mereka hidup bersama dengan aturan adat yang mengikat.

 

Mereka hidup dalam kerukunan, rasa kekeluargaan yang mendalam.Jika mereka para pendatang bilang di tempat itu tidak ada makanan, tidak bisa makan, bagi mereka penduduk di negeri itu jagung yang kami tanam, berbagai umbi-umbian, laut yang kaya akan ikan dan  berbagai hewan yang kami ternak atau hutan tempat kami berburu mudah bagi mereka untuk makan.

 

Kami makan apa yang bisa dimakan, alam yang menyediakan kami ambil seperlunya. Lihatlah, anak anak kami ,tumbuh dengan sehat mereka berlari bersama kerbau di padang rumput yang luas ketika hari telah sore mereka giring kembali menuju ke kandang. Anak kami, menaiki kuda menuju kota bernyanyi sepanjang jalan. Nyanyiannya masih kami  ingat namun tiada lagi dirinya yang berjalan bersama kuda, dan nyayian yang kami tunggu itu hanya bisa kami kenang.

 

Akan kuceritakan padamu, saat ini, kesedihan yang mendalam dan rasa syukur yang harus  selalu kami tanam. Meski kebahagiaaan telah lama tercabut dari jiwa kami. Kedatangan yang memecah belah, dimana anak-anak kami, kemana harus pergi. Siapa yang  benar, siapa yang salah. Kami berada diantara kesedihan yang mendalam, dan kebahagiaan  yang coba kami bangun kembali.

 

Ku ceritakan padamu, dari kabar yang kudapat. Ternyata kesedihan mereka masih ada,  kesedihan masih mereka bawa dan berlanjut hingga anak anak mereka. Ku harap ini akan  segera reda, anak berbahagialah kamu dimanapun berada.

 

Sinta

 

 

Sebuah negeri yang kehilangan anak-anak mereka, tentang ibu yang mempertanyakan keberadaan anaknya. Tentang kesederhanaan, nyayian, dan adat . Kehidupan yang harus terus berjalan, dan harapan agar ada titik terang untuk mereka yang hilang. Cerita seseorang kepada saya, tentang tempat asalnya yang indah namun dia harus berpindah beberapa tidak pernah kembali ataupun terdengar kabarnya. Kesedihan yang terus mereka ceritakan , namun di balik itu terdapat semangat untuk melanjutkan kehidupan.Tulisan ini lahir dari cerita ayah saya, tentang kampung halaman nya. Oleh karena itu saya mengawalinya dengan “diceritakan padaku ” . Penghilangan paksa yang terjadi di daerah konflik menyimpan kesedihan yang mendalam. Saya harap akan segera ada titik terang dan tanggung jawab pihak pihak yang terlibat, agar tangisan ini segera mereda, agar negeri ini kembali tersenyum dengan nyanyian anak yang selalu di rindukan.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *